Pohon Naga atau Buah Naga ini berasal dari Negara Mexico Selatan, Costa Rica, Pasifik Guatemala dan El Salvador. Tanaman ini dibawa ke Vietnam dan pertama kali ditanam secara kormersil di Vietnam, lalu Taiwan dan Thailand bagian Utara. Pada saat itu kebanyakan buah naga yang ditanam yaitu jenis yang berwarna putih. Di Indonesia sendiri buah naga mulai ditanam secara kormersil sejak awal tahun 2000. Tanaman satu ini belakangan makin digemari. Konon, buahnya punya khasiat menyembuhkan banyak penyakit. Selain itu, penampilannya tak kalah menawan dibanding tanaman hias. Namanya belakangan jadi buah bibir. Kenapa? Penampilannya, jelas memang menarik. Bulat mengerucut dengan batang segitiga yang tak lazim. Biasanya, segi empat atau malah banyak segi. Tubuhnya dihiasi duri, meski pendek dan tidak mencolok. Sepintas, mirip kaktus. Bobot tubuhnya lumayan, per buah mencapai setengah kilo. Pohon buah naga yang dtanam dari spesis isi bewarna merah karena paling sesuai dengan cuaca di Indonesia serta rasanya yang enak dan pembudidayaannya tidak terlalu sulit sehingga sangat digemari di Indonesia.
II. JENIS.
Buah Naga atau nama latinnya Hylocereus Undatus tergolong kedalam keluarga Cactacea atau kaktus. Buah ini terbagi tiga jenis yaitu Varietas Putih (Hylocereus Undatus), Varietas Merah (Hylocereus Polyrhizus ), dan Varietas Kuning (Hylocereus Megalanthus), akan tetapi hanya dua varietas yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu Varietas Merah dan Putih. Varietas ini mempunyai sifat tanaman yang berlainan antara satu dengan yang lainnya. Varietas Putih mempunyai batang yang berwarna hijau putih, bahu yang tinggi dan permukaan batang lebih kasar dibanding dengan varietas merah. Tanaman buah naga termasuk dalam kumpulan jenis kaktus yang yang mudah tumbuh dikawasan tropika yang mempunyai sistem saluran yang baik. Pohon ini merupakan salah satu daripada spesis kaktus tetapi buah naga mengeluarkan buah dan bunga yang cantik. Juga dikenali sebagai cereus atau bunga malam yang mana bunganya cuma mekar pada waktu malam hari. Buah naga isi putih pertama kali diperkenalkan di Indonesia tetapi ianya kurang berkembang karena harganya lebih rendah dan rasanya kurang manis dan sedap jika dibandingkan dengan buah naga isi merah. Buah naga isi kuning pula mempunyai buah dan isi yang kecil sehingga tidak sesuai untuk dikormersilkan. Buah naga isi merah adalah spesis yang paling banyak diminati dan ditanam secara besar-besaran di Indonesia. Rasanya lebih manis dan lebih berair serta dari segi pembudidayaannya tidak terlalu sulit jika dibandingkan dengan jenis isi kuning.
III. KHASIAT BUAH NAGA.
Selain bentuknya unik dan rasanya yang enak, buah naga mempunyai beberapa khasiat diantaranya :
1.Penyeimbang Gula Darah.
2.Membersihkan darah.
3.Menguatkan ginajal.
4.Menyehatkan lever.
5.Perawatan kecantikan.
6.Menguatkan daya kerja otak.
7.Meningkatkan ketajaman Mata.
8.Mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan.
9.Menstabilkan Tekanan Darah.
10.Mengurangi Keluhan Keputihan.
11.Mengurangi Kolesterol dan mencegah Kanker usus.
12.Mencegah Sembelit dan Memperlancar Feses.
IV. PROSPEK USAHA BUDIDAYA BUAH NAGA.
Kehadiran buah naga yang masih baru di Indonesia langsung menjadi buah idola masyarakat karena selain rasa buahnya yang enak juga banyaknya khasiat yang terkandung didalam buah naga itu sendiri. Tingginya permintaan pasar saat ini belum mampu disupply sepenuhnya oleh pengusaha buah naga dalam negeri sehingga masih mengimpor buah dari luar negeri. Mengingat besarnya biaya investasi awal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bubidaya buah naga ini sehingga belum banyak masyarakat melakukan usaha budidaya buah naga. Hal ini merupakan suatu peluang bagi investor yang ingin menanamkan modal karena masih banyaknya lahan kosong serta dengan jangka usia produksi buah naga yang mencapai 15 – 20 tahun unuk melakukan pengembangan usaha budidaya buah naga. MELIHAT PELUANG YANG BEGITU BESAR MENGAPA KITA TIDAK MENCOBA UNTUK MENGEMBANGKANNYA …?????
TEKHNIS BUDIDAYA BUAH NAGA
I. PENENTUAN LOKASI BUDIDAYA.
Sebelum pelaksanaan budidaya buah naga beberapa hal penting yang harus diperhatikan antara lain :
a.Lokasi tersebut mudah dijangkau sehingga pendistribusian sarana dan prasaran pendukung budidaya lebih mudah.
b.Tidak terendam air karena akan mengakibatkan pembusukan batang dan harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan.
c.Sumber air pada daerah tersebut dapat tersedia setiap waktu.
d.Pada dasarnya pohon naga dapat hidup pada semua jenis tanah akan tetapi pertumbuhan buah naga akan lebih maksimal apabila :
1.Mengandung unsur organik dan unsur hara yang banyak.
2.Kondisi tanah gembur, porous dan berpasir.
3.pH tanah 5 – 7.
II. PERSIAPAN LOKASI BUDIDAYA.
Setelah lokasi pelaksanaan budidaya buah naga ditetapkan maka langkah selanjutnya lokasi tersebut harus dipersiapkan untuk pelaksanaan budidaya. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan persiapan lahan adalah sebagai berikut :
a.Membersihkan lahan dari tanaman dan pohon serta akar-akar pohon tersebut kemudian membakarnya untuk menghilangkan hama-hama pengganggu pada saat pelaksanaan budidaya.
b.Pasang patok/tiang penyangga bibit pohon naga dengan ukuran 10 cm X 10 cm dengan tinggi 200 cm ( Bisa menggunakan dari beton atau dari kayu, tergantung kemampuan modal ) sebagai media tempat merambatnya pohon naga. Agar terlihat rapi dan seragam jarak tanamnya sebaiknya dilakukan pengukuran dalam pemasangan patok/tiang.
c.Membuat bedeng yang berfungsi sebagai saluran drainase agar media tanam lebih tinggi dan tidak tersendam air.
d.Lebih kurang 2 minggu sebelum penanaman bibit buah naga buat lubang dengan ukuran lebih kurang 40 cm X 40 cm dibagian bawah patok/tiang sebagai tempat penanaman buah naga. Apabila kondisi tanah kurang subur maka lubang tersebut diisi media tanam dengan campuran : pupuk kandang + tanah gembur + pasir + abu sekam.
e.Lokasi tersebut telah siap untuk ditanami bibit buah naga.
III.PENANAMAN BIBIT POHON NAGA
Setelah kegiatan persiapan lahan dilakukan maka kegiatan selanjutnya adalah penanaman bibit pohon naga. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit pohon naga diantaranya :
a.Bibit berasal dari pohon yang sudah tua dan berbuah.
b.Berwarna hijau tua dan batangnya mulus.
c.Ukuran bibit lebih kurang 25 – 30 cm.
Bibit yang telah disemaikan tersebut ditanam dengan jarak tanam lebih kurang 30 cm dari patok/tiang sebanyak 3-4 pohon pertiang/patok.
IV. PEMELIHARAAN POHON NAGA.
Pada dasarnya proses pemeliharaan pohon naga sangat mudah karena tidak terlalu membutuhkan banyak air. Secara umum kegiatan pemeliharaan pohon naga meliputi sebagai berikut :
a.Penyiraman/pengairan.
Kegiatan penyiraman dalam budidaya buah naga pada tahap awal pertumbuhan dilakukan sebaiknya setiap 3 hari sekali, karena apabila terlalu sering dilakukan dapat mengakibatkan pembusukan pada batang pohon naga.
b.Pemupukan.
Dalam masa pertumbuhan pemupukan dapat dilakukan setiap 10 – 15 hari sekali dengan pupuk organik cair atau pupuk yang banyak mengandung unsur N untuk mempercepat proses pertumbuhan batang. Apabila telah memasuki umur 7–8 bulan dapat diberikan pupuk kimia perangsang buah yg banyak mengandung unsur P dan K.
c.Pemangkasan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemangkasan yaitu Batang utama (Primer) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga (sekitar 2 meter), untuk menumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi dan ditumbuhkan 2 cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi. Hal tersebut perlu dijaga agar pertumbuhannya lebih maksimal dan karena apabila terlalu banyak cabang dapat mempengaruhi hasil produksi.
d. Pemasangan ban dan besi palang.
Pemasangan besi palang dan ban diatas tiang/patok sebenarnya bisa dilakukan sebelum penanaman bibit atau setelah pohon telah mencapai setinggi tiang. Karena fungsi besi dan ban tersebut untuk menopang batang pohon naga yang menjuntai.
e. Pengendalian penyakit dan organisme tanaman pengganggu.
Berdasarkan pengalaman yang telah dirasakan oleh penulis hingga saat ini belum ditemukan adanya penyakit serius. Khusus untuk tanaman pengganggu biasanya yang timbul hanya berupa rumput liar. Untuk mengatasinya cukup dilakukan pembersihan atau menyemprot dengan pestisida
V. PANEN
Setelah pohon naga memasuki umur 8 – 1 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri– ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar. Pohon naga apabila telah berbuah maka secara terus menerus setiap bulan akan berbuah hingga usia 15 – 20 tahun. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu keuntungan menbudidayakan pohon naga karena jangka waktu produksinya sangat lama.
Kami mengelola perkebunan buah naga seluas 2 ha yang saat ini kami jadikan sebagai agrowisata buah naga. jika anda ingin mengenal lebih jauh tenang buah naga silahkan kunjungi kami di Jalan Poros Trans Barelang Km. 11 Kel. Rempang Cate Kec. Galang Kota Batam - Kepulauan Riau Co. Person Hp. 081364381998 / email: a_sumarling@yahoo.co.id